16 Mei 2011

Wajah Negeriku

PBB atau Pertikaian Babu Babu. Eh, Pemberantasan Bangsat Bangsat, mendadak mengadakan rapat umum. Dipanggilnya semua wakil masing2 negara diseluruh dunia gardus untuk datang secepat mungkin. Dengan ancaman yang tidak hadir atau terlambat datang potong gaji, merekapun hadir dalam ruang terbuka.

Rapat dimulai!

Tok… Tok… Tok… Palu diketokkan diatas meja kayu jati.

“Kalian tahu mengapa dipanggil ke mari?” lantang suara ketua bergigi putih tersebut menguasai ruang rapat.

Yang hadir menjadi riuh, mereka saling bertanya ”ada apa? kenapa?”

Tok… Tok… Tok..! Suara palu terdengar lagi menyuruh mereka diam.

”Mana wakil Indonesia?!” masing2 yang hadir saling pandang.

”INDONESIA, MANAAA?!!!” lebih lantang suara ketua sambil memandang meja bergambar bendera merah putih dan seorang yang tertidur pulas

Tok… Tok… Tok…! “INDONESIA…. BANGUUUUUUUN!!!”

“Eh… Eh.., hadir ketua!” sambil tangan kiri ucek-ucek, tangan kanan ngelap iler pakai ujung dasi.

Semua yang hadir menggelengkan kepala, tak terkecuali si gigi putih.

Setelah memastikan tidak ada yang tidur di dalam ruang rapat, sang ketua mulai berbica. “Begini, saudara sesama manusia. Atas nama manusia, kami ingin meminta persetujuan kalian untuk memperingati hari Gayus sedunia!” Ruang rapat seketika kembali riuh. Ada yang sok mikir, ada yang saling tanya siapa Gayus, ada yang menolak terang-terangan, ada yang asal ngikut, ada yang spontan berteriak.

“HOREEEEE….!!”

“Kenapa teriak?!” mata ketua tajam menatap meja bergambar bendera merah putih.

” Enggak papa, ketua. Suka saja kalau hari libur” sambil pasang muka bodoh yang nyatanya sudah bodoh.

”Maaf ketua, siapa itu Gayus?” salah satu yang hadir sibuk mikir negara sampai tidak tahu berita tentang Gayus. Akhirnya ketua menerangkan panjang lebar tentang Gayus dan hukum negara tempat Gayus hidup. Kalau di negara tersebut, menjadi tawanan pun bisa jalan2 ke sesuka hati

Ruangan kembali riuh.

Salah seorang yang hadir bertanya, kenapa meski diperingati? Dengan lantang dan tegas, sang ketua menerangkan. ” Demi kemanusiaan yang tidak adil dan kurang beradab, kita hormati hukum Indonesia yang baik hati, karena Gayus dijatuhi hukuman 7 th penjara, di sisi lain satu keluarga hanya karena salah paham mengambil salak 4kg meski dihukum 3bulan penjara. Belum hukum baik hati lainnya bagi seorang nenek yang lapar dan seorang kakek yang fakir meski mendekam dalam penjara. Gimana? Ada yang keberatan kita memperingati hari Gayus sedunia?!” Mata ketua menatap tajam ke seluruh jiwa yang hadir dalam ruang rapat tersebut

“Tentu saja kami keberatan, ketua.” Seorang bermata sipit berdiri. ” Orang seperti Gayus di negara kami hukumannya mati. Supaya tidak lahir lagi Gayus2 dimasa depan. Ketua. Jika diijinkan, biar saya tembak kepala Gayus sekarang juga!!”

Suasana sidang kembali riuh.

”Ketua. Tuhan aja maha pengampun.” Seorang bersorban berdiri. Menengahi.

”Tuhan kenapa tidak turun tangan?” yang lain tak mau kalah.

Perdebatan semakin memanas. Masing2 tifak mau kalah. Perut wakil Indonesia sudah keroncongan. Akhirnya angkat bicara.

“Begini, ketua. Dan semua yang hadir. Dari pada argument kalian belum jelas unjungnya, sementara rasa lapar sudah mendera, baik aku buka sedikit tentang hukum negaraku” semua yang hadir serempak diam.

“Hukum negaraku cukuplah memakai UUD alias Ujung Unjungnya Duit. Jadi, kalian tidak perlu berdebat, karena uang diatas segalanya. Bahkan dengan uang, ijasah, jabatan, semua bisa dibeli. Cukup satu kata, uang!. Paham semuanya?” yang hadir menganggukan kepala.

Tok… Tok… Tok…! Ketua bicara.” Ada yang keberatan memperingati hari Gayus sedunia?”

“Kami semua keberatan, ketua!” Serempak, mereka nggak ada yang setuju. “Karena undang2 negara kami KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT! Bukan KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH HARTAWAN!”

Tok… Tok… Tok…! “Rapat dibubarkan. Peringatan hari Gayus digagalkan”.

Lomba Menulis Kisah Nyata Dunia Maya

Bismillahirahmanirahim

Teman…. Banyak sekali kejutan di dunia maya, bukan sedikit para artis bisa terkenal ke seluruh Indonesia bahkan Internasional melalui dunia maya. Di era berkembangnya komunikasi virtual dan jejaring sosial, yang saya sebut dunia maya ini, virus pun dapat menyebar cepat dengan menyalahgunakan pertemanan dan kepercayaan. Tak usah mencari contoh jauh-jauh karena saya sendiri pernah mengalami menjadi korban di dunia maya.

Baiklah tidak perlu panjang lebar. Dunia maya adalah segalanya untuk sebagian orang termasuk saya. Untuk itu, saya pribadi akan mengadakan lomba menulis yang bertemakan ‘Dunia Maya’. Seberapa pentingkah dunia maya untuk teman semua…? Dampak apa yang didapat di dunia nyata akibat dunia maya. Atau teman-teman punya pengalaman menarik di dunia maya entah itu pengalaman sedih sampai mengharu biru, kesal karena ditipu, lucu, inspiratif, menemukan jodoh di dunia maya, buruan tulis kisah teman-teman untuk diikutkan lomba ini.


Syarat Lomba:

  1. Terbuka untuk umum, kecuali anggota FLPHK
  2. Peserta harus punya blog atau notes FB
  3. Naskah non fiksi/kisah nyata
  4. Naskah sedang tidak diikutsertakan lomba
  5. Panjang naskah bebas
  6. Bahasa EYD, boleh juga menggunakan bahasa gaul, syarat ada Notefoot
  7. Naskah harus sesuai dengan tema
  8. Naskah harus asli karya sendiri. Bukan terjemahan, saduran, atau nyomot ide orang lain
  9. Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu gugat

Ketentuan Teknis

  1. Setiap peserta wajib menaruh link naskah di kotak kementar yang tersedia
  2. Tuliskan ”Lomba Dunia Maya” kemudian judul naskah. Contoh:(Lomba Dunia Maya-Judul)
  3. Naskah ditulis di blog/notes masing2 peserta dilampiri link materi lomba
  4. Naskah yang sudah didaftarkan tidak boleh diedit
  5. Setiap peserta wajib menggunakan satu akun. FB, MP, BS, KOMPASIANA, DLL
  6. Naskah diposting paling lambat 9 Juli 2011.

Hadiah:

  • Pemenang 1: uang tunai $HK 300 (tiga ratus dollar HongKong) + cindera mata dari HK, buku “Surat Berdarah Untuk Persiden” sumbangan dari FLPHK (Forum Lingkar Pena HongKong)
  • Pemenang 2: uang tunai $HK 200 (dua ratus dollar HongKong) + cindera mata dari HK + buku “Ketika Tuhan Jatuh Cinta”
  • Pemenang 3: uang tunai $HK 100 (seratus dollar HongKong) + cindera mata dari HK
  • Pemenang 1, 2, 3, masing2 akan mendapatkan satu buku PDR (Penjajah Di Rumahku” sumbangan dari Ukhti Susie Utomo sang management PDR.
  • Tersedia satu buku “TKW Menulis” yang menceritakan perjuangan penulis (seorang TKW) dalam mengejar impiannya menjadi seorang penulis.

Insya Alloh hadiah masih bisa bertambah lagi *merayu teman2 penulis*

Silahkan pilih link lomba yang teman punya.

Salam Pena

18 Des 2010

Oh, Ibu

''Assalamualaikum...'' Ucap Putri yang baru pulang kuliah sambil mencium tangan ibunda nya.

"Waalaikumsalam...'' Jawab ibunya dengan mata terus mengawasi seorang pemuda yang mengantar Putri.

Sudah beberapa hari ini Putri anak satu-satunya selalu di anterin pemuda yang sering di lihatnya ngamen di angkutan umum maupun di warung.

''Putri.. Ibu tidak suka kalau putri pulang di anterin pemuda itu lagi.''
"Emang kenapa, Bu?.''
"Ibu sering lihat dia ngamen di sepanjang jalan!''
"Tapi Bu.....''
"Tidak tapi-tapian, pokoknya ibu tidak suka melihat kamu pulang di antarin pemuda itu. Apalagi jalan dengan nya. Apa kata orang nanti, anak ibu gaul dengan pengamen? Memalukan!".

****

Besoknya kebiasaan putri belum bisa di hilangkan, dia tetap pulang di antar pemuda yang bernama Rico tersebut. Sebenarnya Putri sudah menolak dengan membuat berbagai alasan, tapi Rico gak mau tahu, dia tetap nganterin putri sampai ke rumah.

"kan Ibu sudah bilang kalau kamu gak boleh gaul dengan pemuda itu lagi!.'' Sambil acungkan telunjuk ke arah Rico, Ibu terus mengeluarkan kata2 kasarnya, dengan begitu ibu berharap Rico takan berani dekat2 dengan Putri anak semata wayangnya.

"Ibu keterlaluan!." Sambil berlari dengan perasaan hancur dan malu. Putri masuk ke kamar. Putri tidak menyangka Ibunya akan bersikap kasar seperti itu di depan laki2 yang sangat di cintainya.

****

"Putri, apa yang ibu lakukan semua demi masa depan kamu, Ibu sudah menjodohkan kamu dengan laki-laki dari keluarga terhormat. Ibu malu kalau ada orang lihat kamu gaul dengan pengamen jalanan itu. Cepetan ganti baju, kita kerumah calon mertua kamu, dia teman SMA ibu''

"Putri gak mau di jodohin, Bu.... Sekarang bukan jaman siti nurbaya.''
"Bagus. Anak jaman sekarang sudah berani melawan orang tua! Kamu mau hidup dengan pengamen? Keluarga kamu mau di kasih makan apa?!''
"T-a-p-i..... Dia...'' Belum sempat Putri meneruskan kata2-nya sudah di potong ibunya lebih dulu.
"Sudah! Gak usah cari alasan, kamu pasti suka dengan calon suamimu nanti. Dulu ibunya bintang sekolah, kata dia kecantikanya nurun ke anak laki2 satu2nya. Pasti dia seorang pemuda yang tampan.''

Setelah hampir 25 tahun semenjak pisah di bangku sekolah antara Rika dan Ibunya Putri tidak pernah ketemu. Baru beberapa waktu lalu mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di sebuah apotik graha. Sejak itu mereka berniyat menjodohkan anak2 mereka untuk lebih mempererat hubungan persahabatan yang sempat putus.

*****

Sudah hampir satu jam keluarga Putri berada di rumahnya Rika,. Obrolan semakin hangat bercerita masa2 disekolah dulu. Mendadak mereka berhenti saat mendengar bell rumah berbunyi.Semua mata menuju pintu pagar yang sangat jelas terlihat dari ruang tamu. Seorang pemuda masuk dengan menenteng gitar di pundaknya.

"Itu aaanakmu!, Rika?!" Ibunya putri tak dapat menutupi keterkejutnya, dia tidak percaya kalau pemuda yang pernah di hujat dan di larang berteman dengan putrinya adalah anak dari Rika, teman sekolahnya dulu.

"Iyah... Itu anak ku yang selama ini aku ceritakan'' Sambil tersenyum bangga melihat Rico.

"Jadi selama ini yang kau ceritakan omong kosong?!. Katanya anakmu mahasiswa tingkat ahir yang sebentar lagi wisuda!!." Sambil menatap kecewa, Ibunya putri minta penjelasan.

"Itu bukan omong kosong... Sekarang Rico sudah selese mengerjakan skripsi, setelah wisuda nanti kami berniyat mengirimnya untuk kuliah di luar negri''

"Tapi saya sering lihat dia itu ngamen di angkutan umum, kadang malah di warung baso langganan kami sekeluarga.''

"Itulah Rico anak kami, dia suka sekali nyanyi sambil main gitar. Rupanya hobby dan bakat yang ada, Rico pergunakan untuk mencari uang dengan cara ngamen. Saya Ibunya juga sering ketemu dijalan tetap di minta recehan seolah kami tak saling kenal.''

Masih tetap tersenyum bangga sambil sesekali menggelengkan kepala, Ibu Rico cerita panjang lebar kegiatan anaknya di luar jam kuliah termasuk kebiasaan ngamen. Uang hasil ngamen bukan buat Rico sendiri, melainkan buat di sumbangkan ke panti asuhan yang tak jauh dari rumah. Apapun kegiatan Rico selama mengarah ke hal positif tidak pernah di larangnya. Justru Ibunya Rico merasa bangga melihat keperdulian anaknya pada panti asuhan, biarpun uang yang di dapat hasil dari mengamen.

TAMAT.

Seandainya Anda menjadi Rico apakah masih mau berhubungan lagi dengan Putri? Setelah di caci, di hina dengan kata2 yang sangat kasar oleh ibunya...

Hendaknya kita jangan menganggap sepele profesi seseorang termasuk pengamen seperti cerita di atas, apalagi sampe merendahkan dengan kata2 hina.

Buku Tamu

Total Tayangan Halaman